LAPORAN KEWIRAUSAHAAN SAMUEL JOE SIANTURI 191201084
PERTUKANGAN KAYU PHILIPHO SIANTURI
Dosen Penanggungjawab:
Dr. Agus
Purwoko, S.Hut., M.Si.
Oleh :
Samuel Joe
Sianturi
191201084
HUT 2D
PROGRAM
STUDI KEHUTANAN
FAKULTAS
KEHUTANAN
UNIVERSITAS
SUMATERA UTARA
MEDAN
2020
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan
kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan karunia-Nya sehingga
penulis dapat menyelesaikan tugas kewirausahaan
ini dengan baik dan tepat waktu. Laporan ini dimaksudkan sebagai
syarat untuk dapat memenuhi komponen penilaian mata kuliah Kewirausahaan
Program Studi Kehutanan Fakultas Kehutanan Universitas Sumatera Utara
Dalam
menulis laporan ini penulis mengucapkan terimakasih kepada Bapak sebagai
dosen penanggungjawab yang telah Dr. Agus Purwoko, S.Hut., M.Si. membantu dan membimbing penulis dalam pembuatan
laporan ini. Penulis menyadari masih
terdapat kesalahan dalam penulisan laporan ini. Penulis
mengharapkan kritik dan saran dalam penulisan laporan ini. Penulis berharap semoga laporan ini bermanfaat
dan dapat merealisasikan ilmu yang ada
dilaporan ini.
Medan, Juni 2020
Penulis
BAB 1
PENDAHULUAN
Richard Cantillon (1775),
mendefinisikan kewirausahaan sebagai bekerja sendiri (self-employment). Seorang wirausahawan membeli barang saat ini
pada harga tertentu dan menjualnya pada masa yang akan datang dengan harga
tidak menentu. Jadi definisi ini lebih menekankan pada bagaimana seseorang menghadapi
risiko atau ketidakpastian. Wirausaha
secara historis sudah dikenal sejak diperkenalkan oleh Richard Castillon pada
tahun 1755. Di luar negeri, istilah kewirausahaan telah dikenal sejak abad 16,
sedangkan di Indonesia baru dikenal pada akhir abad 20. Beberapa istilah
wirausaha seperti di Belanda dikenal dengan ondernemer, di Jerman
dikenal dengan unternehmer.
Pendidikan kewirausahaan mulai dirintis sejak 1950-an di beberapa negara
seperti Eropa, Amerika, dan Kanada. Bahkan sejak 1970-an banyak universitas
yang mengajarkan kewirausahaan atau manajemen usaha kecil. Pada tahun 1980-an,
hampir 500 sekolah di Amerika Serikat memberikan pendidikan kewirausahaan. DI
Indonesia, kewirausahaan dipelajari baru terbatas pada beberapa sekolah atau
perguruan tinggi tertentu saja. Sejalan dengan perkembangan dan tantangan
seperti adanya krisis ekonomi, pemahaman kewirausahaan baik melalui pendidikan
formal maupun pelatihan-pelatihan di segala lapisan masyarakat kewirausahaan
menjadi berkembang.
Menurut
Carol Noore yang dikutip oleh Bygrave, proses kewirausahaan diawali dengan
adanya inovasi. Inovasi tersebut dipengeruhi oleh berbagai faktor baik yang
berasal dari pribadi maupun di luar pribadi, seperti pendidikan, sosiologi,
organisasi, kebudayaan dan lingkungan. Faktor-faktor tersebut membentuk ‘’locus
of control’’, kreativitas,
keinovasian, implementasi, dan pertumbuhan yang kemudian berkembangan
menjadi wirausahawan yang
besar. Secara internal, keinovasian dipengaruhi oleh faktor yang bersal dari
individu, seperti locus of control, toleransi, nilai-nilai,
pendidikan, pengalaman. Sedangkan faktor yang berasal dari lingkungan yang
memengaruhi diantaranya model peran, aktivitas, dan peluang. Oleh karena itu,
inovasi berkembang menjadi kewirausahaan melalui proses yang dipengaruhi
lingkungan, organisasi,
dan keluarga.
Usaha
mikro kecil menengah atau (UMKM)
adalah istilah umum dalam khazanah ekonomi yang merujuk kepada
usaha ekonomi produktif yang dimiliki
perorangan maupun badan usaha sesuai
dengan kriteria yang ditetapkan oleh Undang-undang No. 20 tahun 2008. Yang
termasuk kriteria usaha mikro adalah usaha yang memiliki kekayaan bersih
mencapai Rp 50.000.000,- tidak termasuk bangunan dan tanah tempat usaha. Hasil
penjualan usaha mikro setiap tahunnnya paling banyak Rp 300.000.000,- Usaha
kecil merupakan suatu usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, baik yang
dimiliki perorangan atau kelompok dan bukan sebagai badan usaha cabang dari
perusahaan utama. Dikuasai dan dimiliki serta menjadi bagian baik langsung
maupun tidak langsung dari usaha menengah.
Yang masuk kriteria usaha kecil adalah usaha yang memiliki
kekayaan bersih Rp 50.000.000,- dengan maksimal yang dibutuhkannya mencapai Rp
500.000.000,-. Hasil penjualan bisnis setiap tahunnya antara Rp 300.000.000,-
sampai paling banyak Rp 2.500.000.000,-.
Usaha menengah adalah usaha dalam ekonomi
produktif dan bukan merupakan cabang atau anak usaha dari perusahaan pusat
serta menjadi bagian secara langsung maupun tak langsung terhadap usaha kecil
atau usaha besar dengan total kekayan bersihnya sesuai yang sudah diatur dengan
peraturan perundang-undangan. Hasil
penjualan tahunannya mencapai Rp2,5 miliar sampai dengan Rp50 miliar,-.
1.2 Rumusan masalah
1. Bagaimana profil usaha narasumber?
2. Apa saja prestasi dari narasumber ?
3. Apa saja kiat dan teknik yang digunakan narasumber dalam
menjalankan usaha?
4. Bagaimana pendekatan kreatif yang dilakukan dalam mengahadapi wabah
pandemi Covid-19?
1.3 Tujuan
Tujuan
dari pembuatan laporan ini adalah agar mahasiswa atau pembaca dapat mengetahui
bagaimana profil usaha dari narasumber, mengetahui kiat sukses serta teknik
yang digunakan narasumber dalam menjalankan usahanya, serta bagaimana inovasi
yang dilakukan narasumber dalam menghadapi wabah Covid-19 pada saat ini.
BAB II
ISI
2.1
Profil Usaha Narasumber
Pertukangan kayu
Philipho Sianturi didirikan oleh Maringan Sianturi pada tahun 2013. Usaha ini
beralamat di Hutari, Kalang Simbara, kecamatan Sidikalang. Bapak Maringan
Sianturi membuka usaha pertukangan kayu tersebut karena termotivasi oleh
beberapa pengusaha kayu yang sukses dalam menjalankan usahanya. Bapak Maringan
Sianturi juga mendirikan usaha tersebut dengan tujuan menciptakan lapangan
pekerjaan kepada masyarakat yang memiliki minat dan bakat pada bidang tersebut.
Gambar 1. Maringan Sianturi (
Pemilik Usaha )
Sebelum bapak
Maringan Sianturi mendirikan pertukangan kayu tersebut, beliau sempat bekerja
selama 10 tahun menjadi pekerja kayu. Modal untuk mendirikan usaha tersebut
beliau dapat dari gaji yang diterima selama 10 tahun bekerja sebagai pekerja
kayu. Modal yang dibutuhkan dalam mendirikan usha tersebut sekitar 12 juta. Banyaknya
bahan yang digunakan tergantung banyaknya pesanan dari customer. Bapak Maringan
Sianturi memiliki 3 pekerja. 2 orang bekerja sebagai tukang dan 1 orang lagi
bekerja sebagai pengantar barang.
Dalam usaha untuk mencari customer, bapak Maringan
Sianturi memulai promosi kepada keluarga dan teman-teman beliau. Pendapatan
yang dihasilkan oleh bapak Maringan Sianturi sebesar 2-3 juta dalam sebulan.
Namun, Pada masa pandemic covid-19 ini terjadi, penghasilan yang didapat oleh
beliau semakin lama semakin menurun. Hal ini disebabkan oleh banyaknya customer
yang takut terpapar virus corona.
Produk
yang dihasilkan oleh pertukangan kayu Philipho Sianturi adalah perabot rumah
tangga antara lain, pintu, jendela, meja, loker, kursi, lemari, rak buku,
lubang pentilasi, rak sepatu dan lainnya. Nama Philipho Sianturi tersebut
merupakan nama dari anak pertama beliau. Tujuan dari pemberian nama usaha
tersebut adalah beliau memiliki harapan yang besar kepada anaknya untuk
meneruskan dan mengembangkat usaha beliau.
Gambar 2. Kursi Gambar 3. Loker
Gambar 4. Lubang Pentilasi
2.2
Uraian Prestasi Narasumber serta Kiat Sukses
Pemilik usaha
pertukangan kayu Philipho Sianturi ini memiliki beberapa prestasi, salah
satunya ialah beliau mendapat penghargaan menjadi pekerja teladan pada saat
beliau bekerja sebagai pekerja kayu. Penghargaan tersebut didapatkan beliau
karena beliau selalu tepat waktu dan disiplin dalam bekerja.
Adapun
kiat sukses dalam memulai usaha ini adalah bapak Maringan Sianturi mengatakan,
pertama, mereka memiliki komitmen dan kemauan yang kuat dalam menjalankan usaha
tersebut. Kedua, mereka selalu mengutamakan ketepatan waktu, ketahanan produk,
dan kebersihan. Ketiga, mereka selalu menekankan perilaku yang baik kepada
customer guna menciptakan kepuasan dan kenyamanan customer. Dan yang terakhir
adalah beliau mengatakan “ segala sesuatu harus dimulai dari nol, jika tidak
ingin melakukannya silahkan mengkhayal saja ".
2.3
Uraian Teknik dan Pendekatan Kreatif dalam Menghadapi Wabah
Covid-19
Adapun Teknik
yang digunakan dalam menjalan usaha tersebut adalah dengan menggunakan system
Pesan-kerjakan-antar. Dalam pembuatan produk, usaha tersebut bermitra dengan
penjual kayu dalam memenuhi kebutuhan kayu dalam pembuatan produk.
Pada masa pandemic Covid-19 ini, usaha tersebut
menerapkan system pemesanan online melalui aplikasi whatsapp dan Facebook guna
menjaga kenyamanan customer. Produk yang dipesan juga akan dikirim ketempat
yang diinginkan customer. Namun usaha tersebut mengirimkan produk hanya di daerah kecamatan sidikalang saja.
Gambar 5. Mesin Gambar 6. Mesin Pembersih kayu Pemotong kayu
BAB III
PENUTUP
3.1
Kesimpulan
1.
Usaha Pertukangan kayu Philipho Sianturi didirikan pada tahun 2013 oleh Maringan Sianturi
2.
Salah satu prestasi Maringan Sianturi adalah menjadi pekerja teladan
3.Teknik
pemesanan produk menggunakan system online melalui whatsapp dan Facebook
4.
Inovasi yang dilakukan dalam menghadapi pandemic Covid-19 adalah dengan
melakukan pengantaran produk ke tempat customer
5.
Untuk menjadi pengusaha yang sukses harus memiliki kemauan dan komitmet yang
kuat serta menjaga sopan santun terhadap customer guna menciptakan kenyamanan
oleh customer itu sendiri
3.2
Saran
Sebaiknya
dalam memulai suatu usaha kita harus memiliki tekad dan kemauan yang kuat serta
memiliki kemauan untuk memulai segala sesuatunya dari nol.
DAFTAR PUSTAKA
Justin. 2001.
Kewirausahaan Manajemen Usaha Kecil. Surakarta.
Anang.
2020. Kewirausahaan (Dasar dan Konsep). Jawa Timur : Qiara Media.
Thomas.
2009. Kewirausahaan dan Manajemen Usaha Kecil. Jakarta : Salemba Empat.
Dewi
Kurnia. 2020. Manajemen Kewirausahaan. Yogyakarta : CV Budi Utama.
Susi
Y.R. 2019. Sukses Membangun Kewirausahaan Sosial. Jakarta.







Mantap Sam, semangat terusπͺ
ReplyDeleteSangat menginspirasi
ReplyDeleteMantap, sangat bermanfaat bang
ReplyDeleteWow gila banget++
ReplyDeleteTerimakasih. Sangat bermanfaat Bang.
ReplyDeleteKeren banget πππ
ReplyDeleteSangat bermanfaat
ReplyDeleteMantap ditunggu karya selanjutnya ya
ReplyDeleteWah keren usahanya memanfaatkan hasil hutan dengan maksimal dan tetap ramah lingkungan
ReplyDeleteMantap.
ReplyDeleteSemangat ya
Kerennππͺπͺ
ReplyDeleteKerenn, sangat bermanfaat
ReplyDeleteBagus laporannya,
ReplyDeleteSemoga membuka wawasan kita ttg kewirausahaan.
Sangat bermanfaat, membuka wawasan kalau pemasaran dapat dilakukan dgn berbagai macam media
ReplyDeleteMantap
ReplyDeleteSangat bermanfaat
Sangat bagus untuk dibaca anak anak saya. Semoga kita dijauhkan dari virus dan di dekatkan dengan yang serius
ReplyDeleteTerimakasih bapak rico
DeleteKeep spirit
ReplyDeletethe information is very useful and helpful
Waiting for the next post ππ
Bagus, Sangat inspiratif Bang.
ReplyDeleteTeknik penulisannya cukup bagus, dah bisala jual cabe depan usu
ReplyDeleteGuud
ReplyDeleteUsaha penerus bangsa, wahh keren bgd.
ReplyDeleteMotivasi yang bagus, memulai sesuatu dari Nol... Sebenarnya Pengalaman dan niat juga adalah Modal... Sukses selalau..
ReplyDeleteSangat bermanfaat dan memotivasi diri
ReplyDeleteBagusss
ReplyDeletemantap bang mel
ReplyDeleteManthull, jaya terus usaha pertukangan kayu philipho Sianturi π₯
ReplyDeleteManteppp, sangat bermanfaat dan menarik
ReplyDeleteNice blog
ReplyDeleteMantap, dan sangat bermanfaat
ReplyDeleteSangat menginspirasi.
ReplyDeleteSemoga UMKM Indonesia semakin adaptif dan inovatif dalam menghadapi perubahan zaman.
Jaya terus pertukangan kayu Philipo Sianturi!
Pijjam Jo otom muna i lae
ReplyDeleteBagus juga ya udah bisa langsung wisuda nampaknya ini ya banh! Semangat
ReplyDeleteSangat bermanfaat untuk pengusaha muda π
ReplyDeleteKeren...bagus sekali, semoga kegiatan usaha yang dilakukan semakin sukses
ReplyDelete